This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 09 Agustus 2021

Perbedaan Al-Qur’an dengan Kitab Suci lainnya



Berikut ini, perbedaan Al-Qur’an dengan Kitab Suci lainnya:

a Al-Qur’an menjadi satu-satunya Kitab Suci yang masih utuh, dan dijamin keasliannya. Hal ini karena setiap kali wahyu (ayat/surat) turun, langsung disampaikan Nabi kepada sahabatnya untuk ditulis dan dihafal. Nabi juga menyebutkan dimana ayat atau surat yang baru diwahyukan itu harus diletakkan, kemudian setiap bulan Ramadhan, seluruh bagian Al-Qur’an yang sudah diturunkan, diperiksa dan ditetapkan ulang oleh Nabi Saw. bersama malaikat Jibril (Perhatikan kandungan isi Q.S. al-Hijr/15: 

Sebaliknya, kitab suci lainnya sudah tidak utuh, tidak ada naskah aslinya, dan mengalami banyak perubahan, penyimpangan, dan pengurangan sekaligus penambahan.

b Al-Qur’an menjadi satu-satunya standar yang paling layak untuk dijadikan sebagai pedoman kebenaran bagi umat manusia, karena mengandung kebenaran mutlak yang bersumber dari Allah Swt. 

Hal ini, dapat dikaji dari isyarat ilmiah yang dikandungnya semakin terbukti kebenarannya, misalnya penciptaan alam semesta dalam enam ‘hari’/periode; matahari memancarkan sinar, sementara cahaya bulan adalah cahaya pantulan; Fir’aun mati tenggelam saat berusaha mengejar Nabi Musa a.s. (perhatikan Q.S. Yūnus/10: 92), sedangkan Kitab Suci lainnya tidak bisa dijadikan standar kebenaran, karena sudah banyak intervensi oleh tangan jahil manusia dalam bentuk penggantian dan perubahan. 

c Al-Qur’an satu-satunya Kitab Suci yang ditulis sejak masa t turunnya dan dihafal oleh ratusan, ribuan,dan jutaan umat Islam, baik itu di masa Rasulullah Saw., sahabat, tabiin, maupun umat Islam masa kini, sehingga keaslian dan redaksinya terjamin dan disepakati keabsahannya oleh semua umat Islam, dan bahkand dikalangan orientalis. Hal yang seperti ini, tidak ditemukan dalam KitabSuci lainnya.

Jumat, 06 Agustus 2021

Kiamat Sugra

 





a. Kiamat Sugra

Kiamat Sugra adalah kiamat kecil, yaitu berakhirnya kehidupansemua mahluk yang bernyawa dalam skala kecil, contohnya kematian. Setiap manusia pasti akan mengalami kematian sebagaimana firman Allah Swt

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ



Artinya: “tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan sesungguhnya pahala kamu akan disempurnakan pada hari kiamat.” (Q.S. Ali-Imran/3:185)

Sebelum terjadi hari kiamat, mereka yang telah mati mengalami proses awal kehidupan akhirat yang disebut alam barzakh (Q.S. ar-Rum/30:55-56). Barzakh adalah alam yang menjadi batas antara alam dunia dan alam akhirat. Pada masa itu roh manusia sudah menyadari akan kebenaran janji Allah Swt. (Q.S. al-Mu’minµn/23:99-100), bahkan kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan Neraka dan siksaannya (Q.S. al-Mu’min/40:45-46). 
Peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati antara lain sebagai berikut.
1) Fitnah kubur, yaitu beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang meninggal tentang Tuhannya, agamanya, nabinya, imannya, dan kiblatnya. 
2) Siksa dan nikmat kubur: siksa kubur diperuntukkan bagi orang yang zalim, munafik, kafir, dan musyrik (Q.S. al-An’ām/6:93, Q.S. al Mu’min/40:46, Q.S. Fu¡¡ilat/41:30, Q.S. al-Ahqāf/46:83-89). “Nikmat kubur diperuntukkan bagi orang yang baik amal ibadahnya di dunia” (Q.S. ²li ’Imran/3:169-170 dan Q.S. al-Baqarah/2:154).

Nama-nama kitab Allah








1. TAURAT

1 Kata Taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurat adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. Kitab Taurat menjadi petunjuk dan bimbingan bagi Bani Israil. Kitab Taurat (Bahasa Ibrani), yang diwahyukan kepada Nabi Musa a.s., isinya tentang petunjuk dan cahaya kebenaran, serta kisah perjalanan Bani Israil dan kekejaman Fir’aun (Q.S. al-Māidah/5: 44), dan khusus diperuntukkan kepada Bani Israil. Nabi Musa a.s. hidup di Mesir, Madyan, dan Sinai sekitar abad ke-14 Sebelum Masehi (SM).

Firman Allah dalam al-Qur'an
Artinya: “Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku”. (Q.S. al-Isra’/17: 2)


 Isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau Sepuluh Firman. Sepuluh Hukum (Ten Commandements) diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi asas-asas keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syari'ah), seperti berikut. 
1. Tiada Tuhan selain Allah Swt. 
2. Jangan menyembah berhala 
3. Jangan mempersekutukan Allah Swt. 
4. Sucikan hari sabat (hari Sabtu). 
5. Hormati kedua orang tuamu. 
6. Jangan membunuh. 
7. Jangan berzina. 
8. Jangan mencuri. 
9. Jangan bersumpah palsu (bersaksi dusta). 
10. Jangan menginginkan milik orang lain (menginginkan hak orang lain).


2. KITAB ZABUR

Kata zabur (bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabµr dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmur (jamaknya mazmir). Dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmur, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’an (selain Taurat dan Injil ).  Kitab diperuntukkan hanya untuk Bani Israil. Nabi Daud a.s. hidup di tanah Kan‘aan sekitar abad ke-10 Sebelum Masehi (SM).

Kitab Zabur berisi kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab Zabµr yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt. Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam Kitab Zabur terdiri atas lima macam: 
1. nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
 2. nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur, 
3. ratapan-ratapan jamaah, 
4. ratapan dan doa individu, dan 
5. nyanyian untuk raja

3. KITAB INJIL

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa as. Kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as. memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Dalam Kitab Injil terdapat pula keterangan mengenai akan lahirnya nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, bernama Ahmad atau Muhammad saw. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Nabi Is as. diutus untuk mengajarkan tauhid kepada umat atau pengikutnya.

4. KITAB AL-QUR'AN

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril, Al-Qur’an diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur. Al-Qur’an diturunkan selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Maidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 dzulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika Nabi Muhammad saw. sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.