Senin, 18 Oktober 2021

PENGURUSAN / PERAWATAN JENAZAH (KEMATIAN)

 


Kematian merupakan ketentuan Allah Swt. (sunatullah). Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Kematian merupakan hal yang pasti, cepat atau lambat, pasti akan datang. Semua makhluk hidup akan merasakan mati. Tidak ada seorang pun, baik kaya miskin, berpangkat atau orang biasa, tua muda, maupun yang siap atau tidak siap, semuanya akan menjemput kematian. Firman Allah Ta'ala :

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

185. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (QS. Ali Imran : 185)

Kenapa harus ada kematian? Begitu juga kenapa ada kehidupan? Keduanya siklus hidup yang harus dilalui manusia. Hidup berarti pilihan, tergantung manusia, mau memilih di jalan kebenaran atau
keburukan. Allah Swt. sudah memberikan segalanya, saat manusia berada di dunia diberinya panca indera, akal, qalbu (hati nurani), diturunkan para Nabi dan Rasul agar diteladani, dan di antaranya
dibarengi dengan wahyu. Apalagi adanya hidup dan mati itu sebagai ujian bagi manusia, siapa yang paling baik amalnya (perhatikan Q.S. al-Mulk/67: 2).


Menjelang kematian, setiap manusia mengalami sakaratul maut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat kondisi kritis ini, baik kita sebagai keluarga, karib kerabat, atau maupun orang terdekat, antara
lain:
mentalqin-kan (menuntun bacaan tauhid) di telinga seseorang dengan suara jelas dan tegas, tetapi jika sudah dalam keadaan sangat kritis, cukup dibimbing hanya dengan lafal “Allah” saja. Sementara itu, ada beberapa langkah atau tindakan yang harus dilaksakaan, saat kematian itu sudah terjadi, yaitu sebagai berikut:
a. Segera mengatupkan atau memejamkan matanya, karena saat ruh sudah dicabut, mata jenazah mengikuti arahnya.
b. Melenturkan persendiannya agar tidak menjadi kaku dan keras.
c.
Menanggalkan pakaian dan perhiasannya dan diganti dengan pakaian yang menutupi dan melindungi seluruh tubuhnya.
d.
Membetulkan letak anggota tubuhnya serta membujurkannya ke arah kiblat.
e. Menyegerakan seluruh proses pengurusan jenazah
.
f.
Membayarkan utang-utangnya.



8 komentar:

  1. M. Yasin SDH mmbaca pak,dan tidak ada ditanyakan

    BalasHapus
  2. Nama Jihan Saputri
    Absen 11
    11 ips 2
    Sdh mmbca

    BalasHapus
  3. Muhammad Riduan sdh membaca pa

    BalasHapus
  4. Agustina
    Absen 1
    11 ips 2
    Sdh membca

    BalasHapus
  5. Nama:Mona Salimah
    Absen: 14
    Kelas: XI MIPA 4
    Sdh selesai membaca pa

    BalasHapus
  6. Nama:Vicky nor safitri
    Absen:32
    Kelas:XI MIPA4
    Sdh selesai membaca pa


    Saya mau bertanya

    Dia saat dia masih hidup dia selalu hutang dmna” tanpa diketahui dari pihak keluarganya jdi disaat dia meninggal bagaimana Dia bayar hutang dia saat dia masih hidup?

    BalasHapus